Dalam dunia yang bising ini, kita sering lupa betapa pentingnya keheningan. Tapi ternyata, duduk dalam diam selama dua jam sehari bisa berdampak luar biasa untuk otak kita. Bukan sekadar menenangkan pikiran tapi benar-benar merangsang pertumbuhan sel otak baru, khususnya di area hippocampus, bagian otak yang mengatur memori, pembelajaran, dan emosi.
Hal ini ditemukan dalam sebuah studi dari Duke University, di mana peneliti mengekspos tikus pada berbagai jenis suara. Yang mengejutkan? Tikus yang dibiarkan dalam keheningan total justru menunjukkan lonjakan pertumbuhan neuron baru lebih banyak daripada tikus yang mendengar musik, suara anak, atau bahkan kebisingan putih.
Apa artinya ini buat kita?
Keheningan bukan sekadar jeda. Ia adalah proses aktif di otak, tempat sistem saraf kita melakukan semacam reboot. Dalam sunyi, otak punya ruang untuk melakukan reorganisasi, mengolah emosi yang belum selesai, menyimpan memori baru, bahkan menyembuhkan dirinya sendiri.
Dibanding terus-terusan menerima rangsangan dari layar, suara, atau notifikasi tanpa henti, momen tenang secara rutin bisa jadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga kejernihan mental, stabilitas emosi, dan kesehatan otak jangka panjang.
Mungkin itulah mengapa meditasi, duduk di alam, atau sekadar matikan semua dan diam sejenak itu bukan kemewahan. Tapi kebutuhan.
Sumber studi:
Kirste, I., Nicola, Z., Kronenberg, G., Walker, T. L., Liu, R. C., & Kempermann, G. (2013). “Is Silence Golden? Effects of Auditory Stimuli and Their Absence on Adult Hippocampal Neurogenesis.” Brain Structure and Function.
#health